Meski dalam sakit,kelezatantak perlu dilepaskan.
Wawasan klinis tenaga medis berpadu dengan cita rasa dan teknik para koki, untuk merancang bersama “makanan lezat” yang disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang. Rumah sakit, fasilitas perawatan, rumah, restoran — untuk setiap meja makan.
Medicine × Cuisine
Merancang bersama antara keahlian yang setara
Dari diet terbatas menjadi kuliner kreatif
Keterbatasan menjadi titik awal kreativitas
Makanan sebagai obat
Kearifan Jepang, dibangun ke dalam sistem masyarakat


From the Kitchen of Nabeno-Ism
Makanan sebagai obat, Clinical Gastronomy, dari diet terbatas menjadi kuliner kreatif, hidup yang lezat hingga suapan terakhir — kata kunci Maison de Santé
Menuju masyarakat di mana kenikmatan makan
bertahan hingga suapan terakhir.
Sejak hari penyakit datang, makanan berubah menjadi sesuatu yang “dikelola”, dan kenikmatannya dikurangi sedikit demi sedikit. Kebiasaan itu kami bongkar hingga ke strukturnya. Kepastian medis dan kenikmatan gastronomi bukanlah dua hal yang bertentangan. Di atas satu piring, keduanya dapat berdampingan.
Semuanya bermula di meja makan rumah sakit dan fasilitas perawatan. Tenaga medis dan koki bertemu sebagai ahli yang setara, membangun bukti klinis piring demi piring. Pada waktunya, pengetahuan itu akan dibakukan sebagai Longevity Gastronomy dan dibuka ke luar — ke rumah, ke restoran, ke komunitas, dan ke dunia.
Maison de Santé adalah panji yang membawa filosofi Clinical Gastronomy ini ke tengah masyarakat.
“Masyarakat yang memandang orang yang jatuh sakit dan berkata,
“pantas saja, ia selalu makan
makanan yang enak-enak”
— masyarakat itu keliru.Founding Message
Pertama, makanan rumah sakit.
Tidak ada hidangan yang lebih membutuhkan kelezatan daripada yang disajikan di ranjang rumah sakit. Tenaga medis dan koki, sebagai ahli yang setara, merancang bersama makanan rumah sakit agar kenikmatan makan dan hasil klinis berjalan seiring.
Nafsu makan adalah kehendak untuk pulih. Kelezatan menjadi bagian dari pengobatan.
Bukti, dari sisi ranjang pasien.
Dari praktik klinis, kami menghimpun data kepuasan pasien, asupan gizi, dan indikator pemulihan — bukti ilmiah bahwa makanan dapat benar-benar lezat meski dalam keterbatasan.
Kuliner medis yang berbicara dengan data, bukan kesan. Kepercayaan dibangun bukti demi bukti.
Dari satu tempat menuju sistem masyarakat.
Di atas bukti yang dibangun dari makanan rumah sakit, kami melangkah ke luar — ke perawatan, ke rumah, ke restoran, ke komunitas. Bukan rangkaian upaya yang terpisah, melainkan model yang dapat direplikasi dan diterapkan dalam masyarakat.
Bukan inisiatif sekali jalan, melainkan sistem yang bertahan. Dari Jepang, terbuka ke dunia.
Hidup dengan keterbatasan
dan melepaskan kelezatan
bukanlah hal yang sama.
Semakin keselamatan dan pengelolaan gizi diutamakan, semakin mudah kelezatan dikesampingkan — struktur yang kami pertanyakan sejak dari premisnya.
Dengan memadukan cita rasa, pengalaman, dan teknik para koki dengan pengetahuan klinis tenaga medis secara setara, kami menciptakan standar baru bersama-sama: benar-benar lezat, bahkan dalam keterbatasan.
Makanan sebagai obat
01Koki dan tenaga medis, keahlian yang setara
Dunia medis tidak mengawasi masakan. Logika medis pun tidak dipaksakan kepada koki. Dengan berbagi parameter klinis, keduanya merancang bersama keselamatan, gizi, dan kelezatan.
Makanan bukan “pelengkap” pengobatan. Ia adalah bentuk pengobatan yang paling sehari-hari sekaligus paling kuat, hadir dalam pencegahan, pengobatan, dan pemulihan.
Oral First
02Martabat makan melalui mulut
Fungsi oral didahulukan sebagai gerbang menuju makan. Dukungan makan yang sesungguhnya dimulai dari penilaian kemampuan mengunyah dan menelan.
Makan melalui mulut terkait bukan hanya dengan gizi, tetapi juga dengan martabat dan kegembiraan hidup seseorang. Karena itu, kami memulai dari mulut.
Evidence First
03Klinik dahulu, lalu dunia
Kami membangun bukti klinis melalui makanan rumah sakit, membuktikan secara ilmiah bahwa lezat dan baik bagi tubuh dapat berjalan bersama. Sebelum segala sorotan, fondasi kepercayaan.
Kami berbicara setelah membuktikan. Pembuktian di klinik — tempat yang paling menuntut dari semuanya — adalah titik awal segalanya.

Kepastian medis dan kenikmatan gastronomi,
bersatu di atas satu piring.
Zaman memanggil
meja makan ini.
Di tengah masyarakat menua yang ekstrem, makan telah menjadi garis depan dunia medis dan perawatan. Banyak profesional telah bekerja keras di lapangan — namun pengetahuan mereka tetap terpecah-pecah, tak pernah terpadu menjadi sistem yang melayani masyarakat secara utuh. Pemaduan itulah misi kami.
2025: titik kritis masyarakat menua Jepang
Dengan seluruh generasi baby boomer Jepang kini berusia 75 tahun ke atas, jumlah orang yang membutuhkan makanan ramah disfagia dan diet terapeutik diperkirakan terus bertambah. Medikalisasi makanan bukan lagi pengecualian — melainkan keseharian.
Pasar makanan medis dan perawatan yang terus tumbuh
Pasar makanan medis dan perawatan di Jepang terus tumbuh dengan mantap dan diperkirakan akan semakin meluas. Namun keamanan, gizi, dan kelezatan masih ditangani di pos yang terpisah — belum ada sistem mapan yang menyatukannya di atas satu piring.
Harapan yang belum terjawab: lezat hingga akhir hayat
Keinginan untuk menjaga kenikmatan makan hingga tahap akhir kehidupan tetap kuat, namun sistem yang menjawabnya masih jauh dari memadai. Kesenjangan antara harapan dan kenyataan itulah tempat yang harus kami isi.
Dunia menoleh pada makanan sebagai obat
Jepang dipandang memimpin dunia dalam usia harapan hidup sehat. Pada akarnya terdapat budaya makanan sebagai obat yang hidup di meja makan sehari-hari. Di Barat yang condong pada suplemen, usia harapan hidup sehat tumbuh lebih lambat — dan minat terhadap kearifan kuliner Jepang kian meningkat.
Dengan tenang, angka-angka
menuturkan sebuah misi.
Mengapa karya ini? Biarkan angka yang berbicara, bukan perasaan. Empat indikator tentang luasnya bidang yang kami masuki — dan kemungkinan yang tersimpan di dalamnya.
No.1
Usia harapan hidup sehat Jepang
Sumbernya, kami yakini, bukan pada obat-obatan, melainkan pada kearifan makanan sebagai obat yang diwariskan di meja makan sehari-hari.
Miliaranporsi
Makanan yang disajikan setiap tahun di rumah sakit dan fasilitas di Jepang
Rumah sakit dan fasilitas perawatan di seluruh Jepang diperkirakan menyajikan jumlah makanan yang sangat besar setiap tahunnya. Setiap porsinya menyimpan ruang untuk perubahan.
Triliunanyen
Pasar makanan medis dan perawatan yang terus tumbuh
Pasar makanan medis dan perawatan diperkirakan terus tumbuh. Investasi pada kelezatan baru saja dimulai.
≈2×
Risiko akibat menurunnya fungsi oral
Melemahnya kemampuan mengunyah dan menelan dapat membuka pintu menuju malnutrisi dan kerapuhan. Karena itu kami memulai dari mulut — Oral First.
Angka-angka mencakup perkiraan dan nilai ilustratif berdasarkan statistik yang dipublikasikan. Sumber resmi akan dicantumkan saat publikasi.
Apa yang kami lakukan
Para ahli medis dan kuliner bergandengan tangan di empat bidang untuk menghadirkan makanan medis yang benar-benar lezat. Masing-masing memiliki cara kerja yang jelas.
Membenahi makanan rumah sakit dan fasilitas
Koki terkemuka dan ahli gizi bekerja berdampingan untuk merancang ulang makanan rumah sakit dan fasilitas dari akarnya. Sambil menjaga ketelitian manajemen gizi, kami menciptakan pengalaman bersantap yang sungguh terasa lezat bagi pasien. Naiknya tingkat konsumsi makanan berdampak langsung pada perbaikan gizi, pemulihan, dan reputasi fasilitas.
Analisis kondisi saat ini
Memetakan menu, operasional, dan data konsumsi makanan.
Merancang ulang pengalaman
Membangun kembali pengalaman bersantap — rasa, warna, hingga suhu penyajian.
Menanamkan perubahan
Mengubahnya menjadi praktik yang dapat dijalankan tim tanpa beban.
Menu yang dirancang bersama menurut penyakit dan fungsi
Dunia medis tidak mengawasi masakan, dan logika medis tidak dipaksakan pada dapur. Dengan berbagi parameter klinis terlebih dahulu, tenaga medis dan koki merancang bersama keamanan, gizi, dan kelezatan. Makanan ramah disfagia, rendah garam, rendah karbohidrat — batasan menjadi titik awal kreativitas.
Menurut penyakit dan fungsi
Mengoptimalkan untuk kondisi menelan, ginjal, diabetes, pascaoperasi, dan lainnya.
Menjamin keterulangan
Menstandarkan resep dan teknik agar dapur mana pun dapat mereproduksinya.
Sensorik × klinis
Memvalidasi lewat evaluasi sensorik dan penilaian gizi secara beriringan.
Fungsi oral × dukungan makan
Perawatan mulut dan evaluasi menelan — fondasi makan lewat mulut — dipadukan ke dalam perancangan makanan. Dokter gigi, terapis wicara, dan ahli gizi bekerja bersama menghadirkan kenikmatan makan yang selaras dengan kemampuan mengunyah dan menelan setiap orang. Gerbang makanan adalah gerbang kesehatan.
Evaluasi oral dan menelan
Menilai fungsi mengunyah dan menelan.
Merancang tekstur makanan
Menyiapkan gradasi tekstur yang sesuai dengan fungsi.
Perawatan multidisiplin
Tim dokter gigi, terapis wicara, dan ahli gizi.
Kemitraan daerah dan internasional
Keahlian Clinical Gastronomy yang dibina di Jepang dibagikan kepada institusi medis daerah dan mitra di luar negeri. Dengan menyesuaikan pada budaya dan tradisi makan masing-masing, kami membuka kearifan Jepang tentang umur panjang yang sehat bagi dunia.
Jalinan daerah
Bekerja sama dengan pemerintah daerah, produsen, dan perawatan berbasis komunitas.
Jangkauan internasional
Melokalkan sesuai budaya makan tiap negara.
Berbagi pengetahuan
Menjadikan praktik merancang bersama sebagai model pelatihan berjejaring.
Demi cita rasa sepiring hidangan,
tanggung jawab tertinggi.
Tak ada kompromi dengan dalih “makanan medis”. Para grand chef yang memimpin kuliner Prancis di Jepang bertanggung jawab atas cita rasa setiap piring.

Yuichiro Watanabe
渡辺 雄一郎
Chef-pemilik Nabeno-Ism / Mantan chef eksekutif Joël Robuchon
Chef sekaligus pemilik Nabeno-Ism, restoran Prancis di Asakusa, Tokyo. Pernah menjabat chef eksekutif Joël Robuchon dan mempertahankan bintang Michelin selama bertahun-tahun — salah satu grand chef yang mendefinisikan kuliner Prancis di Jepang.
Masakannya berpijak pada filosofi tersendiri, memadukan teknik tinggi kuliner Prancis dengan pemahaman mendalam akan budaya makan Jepang. Di Maison de Santé, sebagai chef pengawas eksekutif, ia bertanggung jawab atas kualitas dan kelezatan setiap menu yang dirancang bersama tenaga medis.

Hiroyuki Sakai
坂井 宏行
Chef-pemilik La Rochelle / Iron Chef French dalam “Iron Chef”
Lahir di Kagoshima pada 1942. Chef sekaligus pemilik restoran Prancis La Rochelle. Sebagai Iron Chef French dalam acara televisi “Iron Chef”, ia menorehkan banyak duel legendaris dan berjasa besar memperkenalkan pesona kuliner Prancis di Jepang.
Kreatif, bertangan dingin, dan dicintai semua orang karena kehangatannya, ia adalah legenda kuliner Prancis Jepang yang dihormati lintas generasi. Kini sang maestro menyumbangkan pengalaman dan gairahnya bagi cita-cita Maison de Santé — bagi tantangan “lezat hingga akhir”.
Berawal dari garis silsilah kuliner Prancis Jepang yang dilambangkan “Iron Chef”, para chef papan atas mulai menyambut visi ini.
Kuliner Yuichiro Watanabe
Restaurant Nabeno-Ism, Asakusa, Tokyo

Caviar & Amaebi
Permata laut yang berlapis — pembuka sebuah hidangan.

Vert
Vitalitas ringan yang dimainkan dalam hijau.

Calamar
Seni mengolah panas, menggugah manis alami bahan.

Veau Rôti
Umami yang terkunci di dalamnya — hidangan klasik.

Tartelette
Penutup yang indah hingga gema terakhirnya.
Standar sepiring hidangan ini, dibawa ke rumah sakit, panti perawatan, rumah, dan restoran. Teknik yang mengubah keterbatasan menjadi titik awal penciptaan — dari sinilah Clinical Gastronomy bermula.

Kenikmatan makan adalah
bagian dari dunia medis.
Ketika penyakit datang, pilihan untuk makan kian menyempit — pembatasan garam, gula, dan protein; kemampuan menelan yang melemah. Namun hidup dengan batasan medis dan menyerah pada kelezatan sesungguhnya bukanlah hal yang sama.
Clinical Gastronomy Project mempertemukan pengetahuan klinis para dokter, dokter gigi, dan ahli gizi dengan kepekaan serta teknik para chef terkemuka, untuk merancang bersama makanan lezat yang sesuai dengan kondisi tubuh setiap orang.
Makanan rumah sakit, diet terapeutik, makanan ramah disfagia, makan di luar, hingga makan di rumah — dari sesuatu yang ditanggung menjadi sesuatu yang menopang kehidupan. Bukan sekadar acara sesaat: bersama institusi medis, koki, perusahaan, dan pemerintah, sambil terus mempraktikkan dan mengujinya, kami akan menumbuhkannya menjadi fondasi baru bagi masyarakat.
Dari “ini tidak boleh dimakan”
menuju “bagaimana agar tetap lezat”.
Sejak hari penyakit datang hingga suapan terakhir — hidup yang lezat.
Daisuke Tomita
Pendiri & Penggagas, Clinical Gastronomy Project
CEO MEDiDENT Inc.
Disiplin yang berbeda,
satu meja.
Dari dunia medis, kuliner, dan teknologi, para profesional papan atas berkumpul di sini. Hingga peran yang diemban masing-masing, strukturnya sendiri telah dirancang.
Dewan Chef
Yuichiro Watanabe (pengawas eksekutif) dan Hiroyuki Sakai (pendukung), bersama para koki yang mewakili kuliner Jepang, Barat, dan Tiongkok. Di dalam batasan medis, mereka merancang kelezatan tanpa kompromi sedikit pun — otoritas tertinggi dalam cita rasa.
Perancangan rasa
Merancang dan menyempurnakan menu untuk tiap kondisi dan kemampuan, berlandaskan evaluasi sensorik.
Kodifikasi teknik
Menstandarkan teknik memasak agar siapa pun dapat mereproduksinya.
Ko-kreasi di lapangan
Memadukan teknik dan filosofi dengan kearifan dapur rumah sakit dan fasilitas perawatan, saling belajar satu sama lain.
Dokter, Dokter Gigi & Spesialis
Kedokteran gigi dan bedah mulut bekerja setara dengan penyakit dalam, gastroenterologi, dan bidang medis lainnya; ilmu gizi dan terapis wicara melengkapi tim lintas profesi medis dan kedokteran gigi. Tim ini memberi landasan medis bagi setiap menu, memastikan dari sudut pandang klinis bahwa makanan itu lezat, aman, dan baik bagi tubuh.
Berbagi parameter klinis
Menata kebutuhan gizi, kontraindikasi, dan rencana terapi sebagai dasar perancangan bersama.
Penilaian menelan & oral
Merancang tekstur sesuai kemampuan mengunyah dan menelan tiap orang (Oral First).
Riset klinis
Menghimpun dan memverifikasi data asupan, gizi, dan pemulihan.
MEDiDENT × Miraise Well Medical Group
Berlandaskan jaringan klinis medis dan gigi yang menyeluruh, grup ini mengawal kualitas, keamanan, dan laju seluruh proyek — mesin implementasi yang menjaga visi agar tidak berhenti di atas kertas.
Jaringan klinis
Menyediakan basis kolaborasi dengan fasilitas pengguna dan institusi medis.
Pengawasan mutu & keamanan
Mengelola standar higiene, gizi, dan operasional.
Manajemen program
Mendampingi setiap tahap, dari adopsi hingga operasional dan penyempurnaan.
Tim Ahli Gizi
Para ahli gizi yang memahami betul garis depan klinis adalah protagonis lain dari perancangan bersama. Dengan keahlian gizi klinis, mereka duduk semeja dengan para koki dan dokter, menerjemahkan setiap hidangan — dengan kelezatan yang tetap terjaga — menjadi operasional yang benar-benar berjalan di dapur.
Perancangan gizi
Merancang secara presisi energi dan zat gizi setiap piring.
Operasional menu
Membangun alur persiapan dan penyajian yang dapat direproduksi dapur.
Data gizi
Memantau asupan dan status gizi, lalu memperbaikinya.
Tim Teknologi & Komunitas
Melalui perancangan gizi berbantuan AI, pemanfaatan data kesehatan, serta kemitraan dengan pemerintah daerah, komunitas, dan produsen, tim ini membangun sarana untuk menghadirkan makanan ini kepada lebih banyak orang, secara berkelanjutan.
AI & data
Memajukan perancangan gizi dan pemanfaatan data kesehatan.
Kemitraan daerah
Memperluas ke pencegahan kerapuhan (frailty) dan perawatan terpadu berbasis komunitas.
Distribusi & D2C
Merancang produk dan jalur distribusi yang menjangkau rumah.
Jalan menuju penerapan
Penerapan tidak dimulai dengan menafikan apa yang telah dibangun di lapangan. Kami menjadikan dapur yang ada beserta upaya manajemen gizinya sebagai fondasi, lalu melapisinya dengan sistem merancang bersama.
Mendengarkan
Kami menyimak dengan saksama tantangan fasilitas, profil pasien, dan struktur manajemen gizi, lalu merancang rencana yang paling tepat.
Pengembangan menu
Koki dan ahli gizi berkolaborasi secara setara mengembangkan menu yang berlandaskan bukti medis.
Pembentukan tim
Kami membentuk tim spesialis terbaik — dokter, dokter gigi, ahli gizi, terapis wicara.
Penerapan dan pelatihan
Pelatihan melapiskan teknik dan filosofi koki di atas pengalaman staf, sehingga pengalaman bersantap yang baru berakar tanpa beban.
Evaluasi dan penyempurnaan
Kepuasan pasien dan indikator gizi ditinjau secara berkala, dan program disempurnakan terus-menerus.
Enam disiplin mengelilingi satu meja.
Maison de Santé bukan sekadar sebuah restoran, melainkan panji implementasi sosial.
Alasan untuk bergabung,
bagi setiap kursi.
Niat baik saja tidak cukup untuk mewujudkan visi ini. Setiap pihak yang terlibat harus memperoleh hasil yang nyata — itulah, menurut kami, syarat sebuah mekanisme yang mengubah masyarakat.
Makanan menjadi alasan untuk dipilih.
Menu yang dirancang bersama oleh koki dan tenaga medis — lengkap dengan rancangan menelan dan gizi — dihadirkan dalam bentuk yang sesuai dengan operasional sehari-hari. Meningkatkan asupan dan kepuasan, mengurangi sisa makanan, serta membangun reputasi yang kokoh sebagai “tempat dengan makanan yang enak”.
Keahlian yang menyentuh kehidupan.
Sepiring hidangan menopang pemulihan seseorang, dan tinggal dalam kenangan terakhirnya. Pelajari gizi klinis dan teknik makanan ramah disfagia, lalu bukalah profesi baru dalam dunia gastronomi — puncak lain bagi karier seorang koki.
Melampaui resep.
Rancang intervensi yang memadukan gizi, kesehatan mulut, dan masakan, serta bangun data klinis dan bukti ilmiah bersama-sama. Melalui publikasi, perancangan bersama, dan riset kolaboratif, jadilah pelopor bidang baru “pengobatan yang dapat disantap”.
Usia sehat sebuah kota, dimulai dari makanan.
Menangani pencegahan kerentaan dan biaya perawatan jangka panjang melalui pintu masuk yang paling sehari-hari: makanan. Bekerja sama dengan produsen lokal dan budaya kuliner untuk menempatkan “kota yang lezat” di pusat kebijakan kesehatan.
Menghadapi pasar pertumbuhan berikutnya secara langsung.
Pengembangan bersama dan OEM dengan koki serta tim klinis. Dengan produk yang memadukan cita rasa dan landasan klinis, tancapkan lebih awal panji yang tepercaya di pasar makanan medis dan perawatan yang terus berkembang.
Saat nilai sosial dan pertumbuhan berpadu.
Model bisnis berbasis bukti yang berawal dari implementasi klinis. Terbukti di Jepang, dengan jangkauan untuk meluas ke seluruh dunia sebagai Longevity Gastronomy — peluang langka yang lahir di Jepang.
Kearifan pangan untuk dunia,
dari negeri dengan usia sehat terpanjang.
Umur panjang yang sehat tidak dicapai dengan suplemen. Kearifan pangan yang telah dipraktikkan Jepang secara alami selama berabad-abad adalah apa yang dibutuhkan dunia saat ini.
Makanan fermentasi
Miso, kecap asin Jepang, nattō, acar — budaya fermentasi Jepang yang menopang pencernaan dan daya tahan tubuh.
Dashi & umami
Umami dari kombu dan katsuobushi menghadirkan kepuasan mendalam meski dengan lebih sedikit garam — teknik khas Jepang.
Satu sup, tiga lauk
Bentuk hidangan yang masuk akal, tempat keragaman dan keseimbangan gizi hadir secara alami.
Musiman & hara hachi bu
Makan mengikuti musim; berhenti sebelum kenyang. Kesahajaan yang selaras dengan tubuh dan alam.
Membangun bukti, dimulai dari makanan rumah sakit.
Semuanya bermula dari mengubah makanan yang disajikan di rumah sakit dan fasilitas perawatan. Di lingkungan klinis, kami mengukur bagaimana makanan yang lezat dan bergizi memengaruhi asupan, status gizi, pemulihan, dan kepuasan pasien — mengumpulkan bukti ilmiah, sepiring demi sepiring.
“Lezat, dan baik bagi tubuh” — untuk dunia.
Di atas landasan klinis itu, perancangan bersama antara tenaga medis dan koki dibakukan sebagai Longevity Gastronomy. Ke rumah, restoran, komunitas — dan ke dunia yang usia sehatnya kian menyusut — kami membuka sistem ini.
Inilah dekade yang kami perjuangkan.
~10 thn
tanpa sehat dan mandiri
* Sumbu diperbesar: 60–90 thn
Selisih antara harapan hidup dan harapan hidup sehat — tahun-tahun yang tidak lagi dijalani dengan sehat dan mandiri — mencapai sekitar sepuluh tahun di Jepang. “Dekade terakhir” ini kami ubah menjadi waktu yang dijalani dengan lezat.
Usia sehat di tingkat tertinggi dunia
Jepang termasuk yang terbaik di dunia dalam angka harapan hidup maupun harapan hidup sehat. Di baliknya bukan obat istimewa, melainkan kearifan yang hidup di meja makan sehari-hari — negeri yang menjadikan makanan sebagai pengobatan pencegahan yang utama.
Yang tak terjangkau oleh suplemen
Mengisolasi satu nutrisi lalu menambahkannya lewat suplemen ada batasnya. Interaksi antarkomponen, pengalaman mengunyah dan mengecap, rasa puas — kesehatan ditopang oleh hidangan secara utuh. Mandeknya harapan hidup sehat di Barat menjadi buktinya.
Menuju Longevity Gastronomy
Makanan sebagai obat, yang dulu bertumpu pada intuisi dan tradisi, menjadi sistem yang dapat direproduksi, dirancang bersama oleh tenaga medis dan koki. Bagi dunia yang usia sehatnya kian menyusut, kami membukanya sebagai model untuk hidup dengan lezat.
Dalam lima tahun,
menulis ulang kelaziman tentang makanan.
Bukan ekspansi yang tergesa-gesa, melainkan pembuktian di lingkungan paling menuntut: klinik. Selangkah demi selangkah, daya persuasi sepiring hidangan menjangkau seluruh masyarakat.
- 2026.10Launch
Berawal dari meja klinis
Rumah sakit dan fasilitas perawatan mitra menghadirkan hidangan yang dirancang bersama oleh koki dan tenaga medis. Data asupan, status gizi, dan kepuasan dikumpulkan dengan cermat, membuktikan nilai klinis makanan medis yang lezat.
- 2027–28
Pembakuan, dan perluasan ke lebih banyak fasilitas
Resep, teknik memasak, dan penyesuaian disfagia dibakukan menjadi pustaka menu yang dapat direproduksi. Model perancangan bersama dan pelatihan ditetapkan, memperluas jaringan fasilitas yang sevisi.
- 2029–30
Membuka meja bagi rumah dan komunitas
Melalui produk langsung ke konsumen, makanan beku dan siap saji, serta program komunitas, hidangan yang diasah di klinik memasuki kehidupan sehari-hari. Makanan sebagai obat dibakukan sebagai Longevity Gastronomy dan dihadirkan dalam keseharian.
- 2031–
Dari Jepang, menuju usia sehat dunia
Membawa bukti dan sistem yang telah terhimpun ke rumah sakit, fasilitas perawatan, dan dapur di mancanegara. Dari negeri dengan usia sehat terpanjang di dunia, sebuah model untuk hidup dengan lezat.

“Lezat hingga suapan terakhir” —
kami jadikan hal yang wajar.
Ada kursi untuk Anda
di meja ini.
Fasilitas yang mempertimbangkan adopsi; koki yang siap menyumbangkan keahliannya; tenaga medis dengan wawasan untuk dibagikan; perusahaan, pemerintah daerah, dan investor yang ingin membangunnya bersama kami. Apa pun posisi Anda — mari kita mulai dengan sebuah percakapan.
Untuk rumah sakit & fasilitas
Pendampingan adopsi dan perancangan menu bersama
Untuk koki & tenaga medis
Bergabung dengan Chef Council atau Clinical Board
Pemerintah daerah, perusahaan & media
Kemitraan daerah, pengembangan bersama, dan liputan media
Diluncurkan Oktober 2026
MEDiDENT / Miraise Well Medical Group / Japan Oral Health Association